Jumat, 06 Maret 2009

Misteri di Balik Aroma Tubuh

Pheromone, zat kimiawi yang dikeluarkan oleh tubuh kita, memberikan pengaruh tertentu pada perilaku orang lain. Berikut ini adalah beberapa kekuatannya yang misterius.

Membuat kita jadi terangsang. Saat wanita mencium androstadienone, sejenis pheromone yang terdapat dalam keringat pria, level kortisol mereka meningkat. Kortisol memang dikenal sebagai hormon yang berhubungan dengan stres. Namun, hormon ini pun berkaitan dengan kenikmatan seksual.

Membantu menemukan si Mr Right. Ketika perempuan membaui kaus yang dipakai beberapa pria, mereka akan lebih memilih yang aromanya berbeda dengan yang dimiliki anggota keluarganya. Kesimpulannya, preferensi yang diambil tanpa sadar ini bisa mencegah pernikahan antarkerabat dekat.

Mendorong wanita bereproduksi. Setelah mencium breast pad beraroma ASI selama dua bulan, wanita yang berpasangan tetap mengalami peningkatan gairah bercinta hingga 24 persen. Spekulasinya, mengingat bayi biasa akan berkembang baik bila makanan yang tersedia berlimpah, sinyal ini diartikan sebagai tanda pendorong para wanita lain untuk ikut bereproduksi.

Menyamakan siklus ovulasi perempuan. Para peneliti telah lama mengamati, beberapa mahasiswi yang selalu bergaul dalam satu kelompok cenderung mengalami haid di kurun waktu bersamaan. Ini diperkuat dengan dugaan bahwa hal ini dipicu oleh dominannya aroma yang dihasilkan pheromone milik salah seorang perempuan. Di Jepang, studi membuktikan bahwa 38 persen mahasiswi yang tinggal di asrama akan mulai datang bulan pada tanggal yang sama, hanya dalam tiga bulan.

sYumber : http://perempuan.kompas.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Layang-layang

Dulu pernah kaubelikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya sejenak.