Rabu, 18 Maret 2009

Cara Bicara Yang Baik Dengan Pasangan

Cara berpikir pria dan wanita memang berbeda . Hal ini kerpa memicu pertengkaran pada setiap pasangan.Untuk mengupayakan hubungan yang lebih harmonis tentunya harus ada komitmen dan usaha.

Tak ad salahnya Anda sebgai wanita menjadi bijaksana. Upayakan mengganti kalimat yang cenderung bias ketika keluar dalam keadaan emosi, dengan kalimat yang lebih manis nan konstruktif. Ini contohnya:

Hindari: “Kamu tak pernah membantu di rumah!”
Ganti dengan: “Aku akan senang sekali kalau kamu bisa membuang sampah-sampah ke tempat sampah di depan rumah sebelum jam 9 nanti. Mau kan?”
Alasannya: Pria bukan orang yang bisa membaca pikiran Anda. Lebih baik berikan permintaan yang spesifik daripada "menyerang" bombardir secara personal, ujar Lisa Merlo-Booth, direktur pengembangan diri di Relational Institute di Arlington, Amerika.

Hindari: “Aku tak tahan kalau kamu ngomong teriak-teriak!”
Ganti dengan: “Saya ingin mendengar apa yang mau kamu sampaikan. Tolong intonasinya diturunkan supaya saya bisa mengerti.“
Alasannya: Memahami perspektif pasangan membuat ia merasa didengarkan, dan bisa membuat keadaan lebih damai. Dengan mengeluarkan apa yang Anda inginkan, akan ada jalan untuk memperbaiki tingkah laku.

Hindari: “Kamu telat lagi! Sama seperti saat perayaan ulang tahun pernikahan kita!”
Ganti dengan: “Saat menunggu kamu datang tadi aku agak merasa frustrasi dan kesal. Apa yang membuatmu terlambat tadi?”
Alasannya: Dengan memberinya kesempatan untuk menceritakan alasan keterlambatannya, Anda bersikap adil. Ketika Anda mengungkit-ungkit kejadian yang sudah lampau itu bukan lagi membicarakan masalahnya, tapi merupakan tanda bahwa Anda masih belum melupakan masa lalu.

Hindari: “Saya nggak pernah bilang begitu!”
Ganti dengan: “Saya nggak ingat pernah bicara seperti itu. Saya tahu ketika sedang emosi atau marah, kata-kata tak enak didengar sering keluar tanpa sadar. Jika memang benar saya pernah bicara seperti itu, saya minta maaf.”
Alasannya: Daripada mengelak dari tuduhan pasangan Anda, coba menempatkan diri dalam posisi yang sama dengan Si Dia untuk mencari kebenaran dalam pernyataannya (meskipun hal ini tidak mudah, dibutuhkan kebijaksanaan untuk melakukannya).

Hindari: “Kamu nggak pernah mendengarkan aku!”
Ganti dengan: “Ada hal yang ingin saya bicarakan dengan kamu. Apakah ini waktu yang baik untuk kita bicara?”
Alasannya: Ketika Anda mengatakan "Kamu nggak pernah" atau "Kamu selalu", hal ini justru memberi cap kepada Si Dia. Sebaiknya fokus kepada peristiwa yang sedang dihadapi.

sYumbernYah : www.kompas.com

1 komentar:

  1. gud artrikel..
    siapa lagi yang mau bikin web ??
    klik
    di info

    BalasHapus

Layang-layang

Dulu pernah kaubelikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya sejenak.