Kamis, 19 Maret 2009

Bahan Kimia Penyebab Ketidaksuburan

Kemasan makanan, sampo, pakaian, dan benda-benda yang berada di sekitar kita, ternyata terdiri atas bahan-bahan kimia yang dapat menyebabkan seorang perempuan mengalami kesulitan hamil, demikian hasil sebuah penelitian.

Sekalipun demikian, Chunyuan Fei, peneliti bergelar doktor di bidang epidemiologi dari University of California, US mengatakan bahwa terlalu dini untuk merekomendasikan benda-benda tertentu untuk dijauhi perempuan yang sedang mengusahakan konsepsi.

“Kita belum bisa mengungkapkan banyak hal, dan ini barulah sebuah fakta awal,” kata Fei. “Karena jenis bahan kimia tersebut terdapat pada banyak benda. Saya pikir, perlu dilakukan penelitian lanjutan yang mendalam” ujar Fei memberikan penjelasan.

Awalnya, Fei dan rekannya meneliti kelompok bahan kimia yang dikenal sebagai perfluorinated, atau PFC, yang terkandung pada berbagai produk, mulai dari bahan pelapis sofa hingga pestisida. Secara khusus, ia kemudian memusatkan penelitian pada perfluorooctane sulfonate (PFOS) dan perfluorooctanoate (PFOA).

Fei lalu menemukan bahwa PFOS dan PFOA yang dipaparkan pada hewan percobaan menimbulkan gangguan sistem kekebalan tubuh, dan sistem reproduksi. Fei kemudian tergelitik untuk mengamati kadar PFOS dan PFOA di dalam darah manusia.

Ia kemudian meneliti 1200 sample darah pada ibu hamil dari Danish National Birth Cohor - sebuah lembaga penelitian kesehatan, dan menemukan bahwa bahwa pada perempuan yang memiliki banyak anak, kadar PFOS dan PFOA di dalam darah lebih rendah dibanding perempuan yang hanya memiliki sedikit anak.


Selain itu, diketahui juga bahwa 30% dari ibu hamil yang memiliki kadar PFOS dan PFOA tinggi di dalam darah itu membutuhkan waktu paling lambat 6 bulan untuk melakukan konsepsi. Setengah dari mereka bahwa membutuhkan waktu hingga 1 tahun.

sYumbernYah : www.menstruasi.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Layang-layang

Dulu pernah kaubelikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya sejenak.