Senin, 10 Februari 2014

Puncak Kangen Paling Dahsyat

Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling menelepon
Tak saling sms
bbm-an
dan lain lain tak saling
Namun diam-diam keduanya saling mendoakan

lihatlah pulau pulau itu kelapa
kampul kampul tanpa lambaian
jung dan penyair menancap jangkar
camar kepalang dibekuk rindu


Ah,
Marimba,
engkau pun syahdu dan benar di kala dulu
di kolong kenanga berkalang kata:
Jangan cuma kau peluk badan diriku
karena aku bukan agama
setubuhilah aku
sejiwai
agar bisa kutuang airmata di puncak tawamu
yang lebih asin dari lautan
yang tak terasing dalam lautan

Maka kelelawar menggelandangkan malam
dari inang ke inang mengguyur waktu
dan ikebana
dan jelangkung
menggelindingkan ombak
desir dan karang tanpa suaka
gempita yang suara mungkin tak bunyi

lihatlah pulau pulau itu kelapa
bayi yang kejer sepanjang musim
jung dan penyair melayar tancap
di kampung nelayan dan rukun cinta

Ah,
Marimba
rumpun bambu berdaun salju
kau berkata :
pacaran bukanlah pengadilan
kau tak perlu membuktikan segalanya
Cinta adalah ketika kuat kau rasakan kehadiran Tuhan
dalam diri
kekasih

- Sudjiwo tedjo -

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Layang-layang

Dulu pernah kaubelikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya sejenak.