Selasa, 11 Februari 2014

Menangislah di luar kemarau

Menangislah di luar kemarau
Agar tak dapat kau bedakan
Yang tetes di telaga itu air matamukah
Atau air penghujan

Kemarin sangat rindang rinduku padamu
Usai paceklik
Hujan mewarna karangkitri seputar sendang
Mengarang dedaun
Bunga
Buah
Dan empon empon Lalu suara bekisar seluas senja
Bahwa Tuhan mencipta tangis wanita
Agar lelaki lupa tangis sendiri


O, getah napasku
Kembang gandrung ubi jalaran
Merambatkan anak anak tangga ke puncak kangen
Di manakah fakir di mana frasa
Terjemahan dari tangismu dulu yang embun di daun kelor
Dipatuk burung kenari, embun itu
Melepehnya ke dalam guci
Menjimat di batin

Dan perdu
Sebelum ganggang mengingkari lelumut
Sebelum halimun meninggalkan kabut
Di suatu situ
Telaga warna dunia
Yang gegap tetap sahaja

Kekasih,
Tahukah engkau manusia paling tak berperasaan di muka bumi
dia yang jauh dari kekasih di saat hujan
Namun tak ia tulis satu pun puisi

- Sudjiwo Tedjo (2011) -

2 komentar:

Layang-layang

Dulu pernah kaubelikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya sejenak.