Minggu, 09 Februari 2014

C++ dan PBO Sekilas Lintas

C++ dan C Berbicara tentang C++ (baca: si ples ples) biasanya tidak lepas dari C, sebagai bahasa pendahulunya. C adalah bahasa pemrograman yang dapat dikatakan berada antara bahasa beraras rendah (bahasa yang berorientasi pada mesin) dan bahasa beraras tinggi (bahasa yang berorientasi pada manusia). Seperti diketahui, bahasa beraras tinggi mempunyai kompatibilitas yang tinggi antar platform. Karena itu, amatlah mudah untuk membuat program pada beberapa jenis mesin. Berbeda halnya kalau menggunakan bahasa beraras rendah, sebab setiap perintahnya bergantung sekali pada jenis mesin.

Pencipta C adalah Brian W. Kernighan dan Dennis M. Ritchie pada sekitar tahun 1972. C adalah bahasa pemrograman terstruktur, yang membagi program dalam bentuk sejumlah blok. Tujuannya adalah untuk memudahkan dalam pembuatan dan pengembangan program. Program yang ditulis dengan menggunakan C mudah sekali dipindahkan dari satu jenis mesin ke jenis mesin lainnya. Hal ini berkat adanya standarisasi bahasa C yaitu berupa standar ANSI (American National Standards institute) yang dijadikan acuan oleh para pembuat kompiler C.
C++ diciptakan satu dekade setelah C. Diciptakannoleh Bjarne Stroustrup, Laboratorium Bell, AT&T, pada tahun 1983. Bahasa ini bersifat kompatibel dengan bahasa pendahulunya, C. Pada mulanya C++ disebut "a better C". Nama C++ sendiri diberikan oleh Rick Mascitti pada musim panas 1983. Adapun tanda ++ berasal dari nama operator penaikan pada bahasa C.

C diambil sebagai landasan dari C++, mengingat keportabilitasan C yang memungkinkannya diterapkan pada berbagai mesin, dari PC hingga mainframe, serta pada pelbagai sistem operasi (DOS, UNIX, VMS dan sebagainya).

Keistimewaan yang sangat berarti pada C++ adalah karena bahasa ini mendukung pemrograman berorientasi objek (PBO atau OOP/ Object Oriented Programming). Tetapi sekali lagi C++ hanyalah bahasa yang bersifat hibrid, bukan bahasa murni yang berorientasi obyek. Karena itu, pemrogram C pada tahap awal dapat berpindah jalur ke C++ setahap demi setahap. Pustaka-pustaka yang dibangun dengan C tetap dapat dipakai pada C++, dibaurkan dengan program PBO.

Tujuan utama pembuatan C++ adalah untuk meningkatkan produktivitas pemrogram dalam membuat aplikasi. Kebanyakan pakar setuju bahwa PBO dan C++ dapat mengurangi kekomplesitasan, terutama pada program yang besar yang terdiri dari 10.000 baris atau lebih. Greg Perry (1993) mensitir ungkapan para pelopor industri C++ yang pada intinya menyatakan C++ dapat meningkatkan produktivitas pemrogram lebih dari dua kali dibandingkan bahasa prosedural seperti C, Pascal dan Basic. Hal ini didasarkan kenyataan bahwa kode yang ditulis dengam C++ lebih mudah untuk digunakan kembali pada program-program lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Layang-layang

Dulu pernah kaubelikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya sejenak.