Minggu, 15 Agustus 2010

..::=:: Moercoyo ::=::..

Gondanglegi di awal tahun 1949
Sepanjang jalan ini terasa sepi
Di pertigaan semakin sunyi
karena menjadi saksi bisu

Atas penangkapan....
penyiksaan.....
MOERCOYO

Ketika Laras-laras senapan
Herman dan Yanes
Mengarah, dan...

Pelor-pelor panas
Menembus...
Merobek-robek dadanya..

Darah mengalir
Kau tersungkur dan gugur
Sebagai suhadak

Kini...
Jasad dan darahmu telah hancur
Berbaur...
Menyatu mengharumkan bumi pertiwi
Mengukir nama di jiwa kami
Mengukir nama di sepanjang jalan ini

Oh Pahlawanku...
Tenanglah jiwamu di Alam sana
Kan kukenang jasa-jasamu
Kan kuteruskan cita-cita perjuanganmu

Sepanjang jalan ini kini tiada sepi
Pertigaan jalan semakin ramai
Derai gelak tawa anak Bangsa
Menikmati Alam Kemerdekaan


Karya : Affandi (10 Agustus 1995)
Kuangkat Karyamu Ayah...
Menyambut 65 tahun Kemerdekaan Indonesia
Do'a ku selalu untukmu

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Layang-layang

Dulu pernah kaubelikan aku sebuah layang-layang pada hari ulang tahun. Aku pun bersorak sebagai kanak-kanak tapi hanya sejenak.